This is second day in Bandung, masih lanjutan Tangerang - Bandung - Yogyakarta Trip 1
18 Januari 2013
18 Januari 2013
Its gonna be busy day, yup hari ini sepertinya jadwal kita agak padat. Bangun pagi-pagi, mandi, sarapan roti ke bawah (lobi). Selagi sarapan kita mengobrol sama juru masaknya, jadi akang ini (lupa namanya siapa, jaid panggil akang aja) asal garut dan baru beberapa bulan bekerja di penginapan by moritz sekalian kita nanya transportasi menuju kawah putih. Dia sedikit menceritakan tentang penginapan ini, jadi dahulunya penginapan ini dikhususkan bagi para turis eropa, namun mulai berkurangnya minat turis berkunjung ke bandung maka penginapan ini di buka untuk umum sejak 6 bulan yang lalu atau sekitar bulan juli 2012. Ya selesai sarapan kita ke kamar untuk bersiap-siap dan pergi ke Kawah Putih, dari gang penginapan kita menyeberang untuk naik angkutan umum ke terminal leuwi panjang. Selanjutnya kita naik bus jurusan ciwidey membayar Rp. 7.500/orang, turun di terminal cibereum. Untuk sampai ke tempat wisata kawah putih kita menyambung angkutan umum lagi jurusan patengan, hampir sampai di gerbang kawah putih tiba-tiba sopir angkutan yang kita tumpangi menawarkan diri untuk mengantar kita setelah menurunkan penumpang yang lain dan mandahulukan tempat wisata yang seharusnya setelah kawah putih yaitu situ patengan. Deal kita setuju dengan ide itu, jadi hitungannya Rp. 100.000/orang dengan rute situ patengan - kawah putih - terminal cibeureum. Sebenarnya ada alternatif lain untuk bisa ke kawah putih, dari terminal cibeurem naik angkot jurusan patengan turun di gerbang kawasan tempat wisata, beli tiket masuk Rp. 15. 000/orang dan naik ontang anting yaitu kendaraan yang disediakan oleh tempat wisata tersebut dengan membayar Rp. 10.00/orang. Nah, sampai lah kita di situ patengan, udaranya dingin padahal ga hujan cuma gerimis heheh..
Berkeliling pinggiran situ patengan, tak lupa mengabadikan moment memotret danau itu maupun kita, beberapa kali kita di tawari untuk menaiki perahu untuk ke batu cinta tapi kita tidak mau. Konon katanya kalau kita pergi ke batu cinta dan menuliskan nama pasangan, bakalan langgeng (ya itu mah cuma, semua kembali ke diri masing-masing mau percaya atau tidak). Baiklah kita tidak berlama di situ patengan, langsung kita pergi ke kawah putih, di perjalanan cuaca berubah yang tadinya mendung mulai cerah.
By the way ngomongin tentang gerimis, ternyata di Jakarta hujan terus menerus hingga menyebabkan banjir di beberapa lokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. hohoho ga salah deh kalau kita ngungsi ke luar kota + jalan-jalan liat pemandangan yang beda tapi keadaan jalan di bandung ini hampir sama dengan jakarta yaitu maceeet. -__-"
Dari pintu gerbang ke kawah putih ini jalanannya berkelok-kelok dan mendaki seperti di puncak, karena sehabis hujan jadi jalanan yang terlihat hanya kabut juga dingin. Sampai di lokasi pun yang terlihat hanya kabut, kawah putihnya pun jadi mengeluarkan bau seperti belerang. Berbahaya kalau kita berlama-lama di kawah putih tanpa menggunakan masker (penutup hidung), tak lama di kawah putih dan beberapa kali berfoto, kita langsung segera pulang.
Di terminal cibeureum, kita tidak naik bus yang sama tapi kita naik mobil elf yang muatannya sekitar 15 orang jurusan bandung terminal leuwi panjang bayar Rp. 7.500/orang. Lanjut kita naik bus damri jurusan dago, turun di stasiun bandung pintu utama dan berjalan kaki mencari penginapan di daerah kebon kawung. Mencari penginapan? Bukannya udah dapat, ya kita cari penginapan lain yang murah di dekat stasiun kereta api. Satu persatu gang yang ada penginapan/ hotel kita masuki, kita mencari penginapan yang harganya di bawah Rp. 100.000. Ternyata sulit juga menemukan hotel yang murah pas weekend, rata-rata harganya Rp. 100.000 ke atas. Ada mungkin kita kunjungi 5-7 hotel yang sesuai, setelah muter-muter dan kita juga sudah lelah akhirnya kita pilih Hotel Patradissa. Hotel ini cukup nyaman, cukup murah dari hotel yang lain, kita jadi memesan 1 (satu) kamar kelas ekonomi yang berisi 1 (satu) doublebed, televisi, kamar mandi dalam Rp. 110.000/malam.
Dirasa sudah cukup untuk hari ini, kita berjalan kaki menuju penginapan untuk membersihkan diri dan mencari makan. Malam ini kita mau mencari makan di dekat penginapan, juga mencari makan yang khas di Bandung, yuhhuu kita menemukan lomie di pinggir jalan, tanpa pikir panjang kita langsung memesannya dan harganya Rp. 13.000/porsi. Selamat makan, yummi. Mengisi perut dan tenaga, kita pergi ke minimarket, di sini juga ada yang seperti seven eleven & lawson. Perpaduan minimarket dan tempat nongkrong yaitu indomaret, anak gaul Bandung sesaat hihihi.. Nongkrong sebentar, sekedar wifian dan ngadem sampe bosan, setelah itu kembali ke penginapan dan tidur. Selamat malam, semoga esok cerah. ^^
Berkeliling pinggiran situ patengan, tak lupa mengabadikan moment memotret danau itu maupun kita, beberapa kali kita di tawari untuk menaiki perahu untuk ke batu cinta tapi kita tidak mau. Konon katanya kalau kita pergi ke batu cinta dan menuliskan nama pasangan, bakalan langgeng (ya itu mah cuma, semua kembali ke diri masing-masing mau percaya atau tidak). Baiklah kita tidak berlama di situ patengan, langsung kita pergi ke kawah putih, di perjalanan cuaca berubah yang tadinya mendung mulai cerah.
By the way ngomongin tentang gerimis, ternyata di Jakarta hujan terus menerus hingga menyebabkan banjir di beberapa lokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. hohoho ga salah deh kalau kita ngungsi ke luar kota + jalan-jalan liat pemandangan yang beda tapi keadaan jalan di bandung ini hampir sama dengan jakarta yaitu maceeet. -__-"
Dari pintu gerbang ke kawah putih ini jalanannya berkelok-kelok dan mendaki seperti di puncak, karena sehabis hujan jadi jalanan yang terlihat hanya kabut juga dingin. Sampai di lokasi pun yang terlihat hanya kabut, kawah putihnya pun jadi mengeluarkan bau seperti belerang. Berbahaya kalau kita berlama-lama di kawah putih tanpa menggunakan masker (penutup hidung), tak lama di kawah putih dan beberapa kali berfoto, kita langsung segera pulang.
Di terminal cibeureum, kita tidak naik bus yang sama tapi kita naik mobil elf yang muatannya sekitar 15 orang jurusan bandung terminal leuwi panjang bayar Rp. 7.500/orang. Lanjut kita naik bus damri jurusan dago, turun di stasiun bandung pintu utama dan berjalan kaki mencari penginapan di daerah kebon kawung. Mencari penginapan? Bukannya udah dapat, ya kita cari penginapan lain yang murah di dekat stasiun kereta api. Satu persatu gang yang ada penginapan/ hotel kita masuki, kita mencari penginapan yang harganya di bawah Rp. 100.000. Ternyata sulit juga menemukan hotel yang murah pas weekend, rata-rata harganya Rp. 100.000 ke atas. Ada mungkin kita kunjungi 5-7 hotel yang sesuai, setelah muter-muter dan kita juga sudah lelah akhirnya kita pilih Hotel Patradissa. Hotel ini cukup nyaman, cukup murah dari hotel yang lain, kita jadi memesan 1 (satu) kamar kelas ekonomi yang berisi 1 (satu) doublebed, televisi, kamar mandi dalam Rp. 110.000/malam.
Dirasa sudah cukup untuk hari ini, kita berjalan kaki menuju penginapan untuk membersihkan diri dan mencari makan. Malam ini kita mau mencari makan di dekat penginapan, juga mencari makan yang khas di Bandung, yuhhuu kita menemukan lomie di pinggir jalan, tanpa pikir panjang kita langsung memesannya dan harganya Rp. 13.000/porsi. Selamat makan, yummi. Mengisi perut dan tenaga, kita pergi ke minimarket, di sini juga ada yang seperti seven eleven & lawson. Perpaduan minimarket dan tempat nongkrong yaitu indomaret, anak gaul Bandung sesaat hihihi.. Nongkrong sebentar, sekedar wifian dan ngadem sampe bosan, setelah itu kembali ke penginapan dan tidur. Selamat malam, semoga esok cerah. ^^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar