Kamis, 17 November 2011

Perjalanan Singkat Sungai Ciberang

     Kala itu aku dan beberapa teman berencana pergi ke kecamatan lebak, banten untuk mengarungi sungai ciberang. Sungai ciberang yang terletak di kecamatan lebak, banten ini memiliki grade 2-3+  dengan panjang trayek +/- 10-12 km. Jarak tempuh 2-3 jam, sungai ini cocok untuk rafter pemula atau professional karena jeram yang saling sambung-menyambung. Sebagai tempat wisata petualangan air cukup seru, bebatuan yang terdapat di sungai ciberang cukup banyak, ada yang besar dan kecil. 

     Debit air yang cukup deras membuat perjalanan singkat sungai ciberang terasa menyenangkan, ditambah pemandangan yang indah. Disebelah kanan dan kiri sungai ciberang terdapat tebing-tebing yang cukup tinggi, pepohonan serta tanaman dan persawahan. Sebelum sampai finish terdapat 2 (dua) DAM, dengan ketinggian 3 meter dan yang satu lagi berkisar antara 5-10 meter dan saat melewati DAM sebisa mungkin perahu lurus kedepan, tidak miring. Aku dan beberapa teman dengan kompak mengarungi sungai ciberang. Kami menginap semalam di pinggir sungai ciberang, sengaja untuk memperdalam bagaimana cara membawa perahu di sungai.

     Setelah seharian berlatih, kami segera mengemasi barang dan memisahkan barang elektronik ke dalam dry bag (sebuah tas yang dipergunakan untuk menyimpan barang-barang elektronik maupun non elektronik agar tidak basah, bila sewaktu-waktu terkena cipratan air sungai) karena saat itu hujan turun dan dengan cepat debit air berubah menjadi lebih deras dan warna sungai langsung berubah menjadi coklat. Sigap kami langsung turun ke sungai dan segera menuju finish. Debit air yang cukup deras membuat perjalanan kami terasa cepat, arus langsung membawa kami ke finish yaitu desa lebak Sesampainya di finish, kami langsung menurunkan barang-barang dan menaruhnya ke mobil. Mandi dan berganti pakaian, kami langsung pulang ke jakarta. Perjalanan singkat sungai ciberang begitu menyenangkan dan menggembirakan.
Menuju sungai ciberang dari Jakarta-Balaraja-Rangkasbitung-Cipanas
Jakarta-Bogor-Jasinga-Cipanas
Jakarta-Serang-Pandeglang-Rangkasbitung-Cipanas

Selasa, 15 November 2011

Sebuah Desa Terpencil di Kp. Cioray-Desa Leuwi Karet, Citeureup, Bogor


  Pengalaman mengajariku banyak hal, sebuah desa terpencil yang indah pemandangan...
   Berawal dari aku mengikuti kegiatan sosial bersama teman sungguh menyenangkan dan mengembirakan, tepatnya tanggal 18-20 Agustus 2011 dan berbarengan saat bulan Ramadhan (bulan Puasa). Bakti sosial yang berletak di Kp. Cioray - Desa Leuwi Karet, Citeureup, Bogor memiliki pemandangan yang begitu indah. Selama perjalanan menuju Kp. Cioray, jalan yang ku lalui berbukit - bukit, dengan jalan yang masih bertanah dan berbatu.
     
     Sungguh mencekam rasanya, hanya kendaraan tertentu dan pengendara tertentu yang dapat melewati jalan tersebut. Kendaraan yang kami gunakan yaitu mobil kijang pick up dan motor. Jalan yang melikuk dan tanjakan yang begitu banyak membuat perjalanan ini menjadi terasa lama, namun hal itu tak membuat ku tertekan karena sepanjang jalan aku melihat pemandangan yang masih alami dan belum terjamah oleh orang - orang yang memanfaatkan alam sesuka hati.
     Sesampainya di Kp. Cioray aku dan teman - temanku disambut oleh beberapa warga yang tinggal di sana dan anak - anak sekolah dasar. Mereka terlihat senang karena kehadiran kami. Kedatangan kami bertujuan membuat perpustakaan kecil di Balai Warga daerah tersebut. Dengan buku-buku yang kami kumpulkan dari Menteri Pendidikan Nasional, teman-teman dan pihak yang membantu. Selanjutnya kami saling membagi tugas, pria membuat atau menyusun lemari buku dan wanita menyiapkan santapan untuk buka puasa dan sahur. Karena kami berencana untuk buka puasa bersama dengan warga Kp. Cioray. Keesokannya kami mengadakan penyuluhan dan games, penyuluhan mengenai rajin membaca. Dengan membaca dapat menambah wawasan dan dibawa sampai akhir jaman.  Rasa lelah tak terasa, begitu melihat senyum dan tawa anak-anak sekolah di Kp. Cioray. Benar pepatah mengatakan "orang Indonesia ramah tamah", itu yang aku alami walau di desa terpencil.
Sungguh pengalaman dan pemandangan yang indah..