Kamis, 28 April 2011

Masa Depan Perguruan Tinggi Islam oleh M. Amin Abdullah

Perguruan tinggi memiliki peran penting membangun kembali mentalitas, moralitas, dan karakter sebuah bangsa. Kekerasan sosial yang menggunakan sentimen keagamaan dalam berbagai bentuk bukannya berkurang tetapi ada kecenderungan semakin menjadi - jadi. Ketika tulisan ini disusun oleh M. Amin Abdullah, media cetak dan elektronik di Tanah Air ramai - ramai mengangkat bom bunuh diri di tengah bangunan Masjid Adz-Dzikron, Markas Polresta Cirebon. Hal itu diikuti berita tertangkapnya 19 tersangka pelaku bom buku dan perencanaan bom Serpong yang akan menyasar Perusahaan Gas Negara dan Gereja Christ Cathedral, Serpong.

Apa yang keliru dalam hidup beragama?
Yang mengejutkan banyak pihak, ternyata sebagian dari pelaku bom buku dan perencana bom Serpong merupakan lulusan perguruan tinggi, bahkan diantaranya alumnus perguruan tinggi agama Islam. Wawancara Metro TV dengan orangtua pelaku pada Minggu, 17 April lalu, dapat kita jadikan sebagai rujukan mengapa kasus bom terjadi lagi.  Pelaku menganut paham keagamaan yang menekankan ketidaksetujuannya hidup berdampingan dengan kelompok penganut aliran agama  (Islam) yang berbeda. Bagaimana upaya para pemimpin perguruan tinggi agama Islam, baik UIN, IAIN maupun STAIN, menghadapi tantangan dan tuntutan mendesak ini?

Umat Islam sekarang ini adalah warga dunia. Zaman keemasan yang biasa disebut - sebut al-asr al-dzhahaby pada era dulu sudah lama lewat. Umat Islam begitu juga umat lain di dunia-Hindu, Buddha, Kristen, Konghucu-tidak punya pilihan lain. Mereka tidak dapat menyendiri, keluar dari pergaulan dunia kontemporer. tuhan telah menjadikan umat manusia berbangsa - bangsa dan bersuku - suku, berbeda antara satu dan yang lain, agar manusia dengan sesamanya dapat saling mengenal dan memahami. Mereka yang berpandangan ghetto tidak bersedia berkomunikasi dengan orang dan golongan lain, yang liyan. Apabila mereka yang berpandangan ghetto ini dibiarkan bertumbuh dan berkembang, niscaya akan lahir cikal bakal tindakan penuh emosi, tempat kemarahan dan sesak kebencian yang menjurus pada kekerasan.

Peran perguruan tinggi agama Islam
Perguruan tinggi agama Islam mempunyai peran besar dalam mengantarkan bangsa Indonesia sebagai warga dunia. Sedari dini generasi muda dan mahasiswa sudah perlu dilatih berpikir dan berkomunikasi menggunakan dua bahasa sekaligus.

Sumber : e-paper, koran kompas hal 6
http://epaper.kompas.com/epaperkompas.php?v=1.0

Kamis, 14 April 2011

CyberCom-Social Network

       Social Network adalah jaringan virtual yang terbentuk di antara sejumlah pengguna internet, yang membentuk jejaring sosial berdasarkan kesamaan tertentu. Jejaring ini bisa terbentuk karena kesamaan satu atau lebih karakteristik, misalnya kesamaan minat, profesi, asal-usul (sekolah, tempat lahir, dsb.), dan lain-lain.

Social Network Media adalah teknologi atau media on-line yang memungkinkan para anggota jaringannya saling berbagi berhubungan dan bertukar pendapat, wawasan, pengalaman dan perspektif, satu dengan lainnya.
5 C’s of New Media
Capacity: bandwidth makes possible services never imagined
Convergence: of technology and service
Control (user in): me-media, on demand
àit’s all about the I in iPod and the My in MySpace
Connections (the power of the network)
Sarnoff’s Law: value of a network is proportional to the number of the users. à broadcasting
Metcalf’s Law: value of interactive network is proportional to the square of the number of users, i.e. n2.  à internet
Reed’s Laws: value of social network is two to the nth power, i.e. 2n. à web 2.0 and social software
Collective intelligence (a.k.a. swam smarts): blogs, wikis
 

Kamis, 07 April 2011

KOMITE NORMALISASI PSSI

Komite Normalisasi PSSI mengagendakan kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI pada 20 Mei 2011, tetapi lokasi kongres belum ditentukan. Untuk meminimalkan sengketa, akan ada verifikasi ulang pemilik suara, sementara 16 peserta kongres dari klub Divisi Utama baru akan ditetapkan setelah kompetisi berakhir pada 29 April.

Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar, menjelaskan, komite mengundang 39 klub Divisi Utama untuk menyepakati penentuan 16 klub peserta kongres menunggu kompetisi berakhir. Dan undangan untuk Divisi Utama baru akan dikirim pada 1 Mei mendatang, sedangkan undangan untuk pemilik suara lain pada 22 April. Peserta kongres akan diberi waktu satu minggu untuk mengonfirmasi agar tidak ada sengketa.

Mengenai jadwal tahapan kongres, pembukaan pendaftaran calon ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI, 12-17 April. Semua klub peserta kompetisi Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi I, Divisi II dan Divisi III boleh megajukan calon, namun saat kongres akan hanya 100 pemilik suara yang mempunyai hak untuk memilih. Komite akan memverifikasi daftar nama bakal calon selama lima hari, 17-22 April. Proses banding terhadap keputusan Komisi Pemilihan dibuka pada 22-27 April.
 
Tahapan berikutnya adalah mempersiapkan kongres yang rencananya diadakan pada 20 Mei, lokasi kongres belum ditentukan. Komite Normalisasi juga mengagendakan pertemuan dengan 100 pemilik suara, termasuk 78 pemilik suara peserta kongres di Pekanbaru. Pertemuan diagendakan pada 16 april di Sekretariat PSSI. Pertemuan itu membahas tentang Liga Primer Indonesia (LPI) dan pembetukan Komisi Banding. Dalam surat FIFA tentang Komite NOrmalisasi, tidak dijelaskan mengenai Komisi Banding. Isi surat itu hanya menyebutkan Komite Normalisasi sekaligus sebagai Komisi Pemilihan. Karena itu, pembentukan Komisi Banding akan dibahas bersama 100 pemilik suara.
 
Mengenai kompetisi LPI, Agum mengatakan, akan mencari solusi melalui konsultasi dengan PT Liga Indonesia dan Konsorsium LPI. Komite Normalisasi juga berinisiatif berangkat ke Markas FIFA di Zurich, Swiss dalam waktu dekat. Saat ini baru Agum Gumelar yang kemungkinan besar berangkat dan sedang menunggu pengurusan visa.

sumber :
http://epaper.kompas.com/epaperkompas.php?v=1.0

OLD VS NEW MEDIA

Sebelum media komunikasi berkembang semakin pesat dan mengalami kemajuan seperti saat ini, masyarakat menggunakan media tradisional dalam penyampaian informasi. Sebelum masuknya era globalisasi, penyampaian informasi dilakukan dengan alat - alat maupun budaya khas di masing - masing daerah di Indonesia. Penyampaian informasi dengan alat, dapat kita lihat bila di suatu daerah pedesaan yang masih memegang erat adat istiadat setempat, biasanya menggunakan kentongan untuk memberitahu adanya tanda bahaya akan mengancam daerahnya.
Ataupun penggunaan peluit atau pembuatan cahaya alami dengan menggunakan api buatan tradisional untuk meminta pertolongan (SAR) jika tersesat dalam kegiatan alam bebas. Media komunikasi tradisional juga dapat berupa kebudayaan yang dimiliki oleh suatu daerah.
Misalnya saja tarian, wayang, maupun upacara adat. Dalam sebuah pertunjukkan tari, didalam tiap gerakannya mengandung unsur cerita atau sejarah yang bertujuan untuk memberi informasi kepada penonton.

Jadi tarian merupakan pencitraan dari sejarah budaya yang harus dilestarikan d
an disosialisasikan.Selain itu pada masa dakwah Islam yang dilakukan oleh para sunan, mereka menggunakan media wayang sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan syiar mereka kepada para pengikutnya. Sementara upacara adat yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia juga memiliki informasi yang bermakna bagi penduduk setempat, sekaligus melestarikan adat leluhur mereka.

Semakin berkembangnya teknologi, maka media komunikasi pun semakin berkembang. Saat ini masyarakat semakin memiliki kemudahan dalam mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan, di mana saja dan kapan saja. Media komunikasi semakin berlomba untuk saling unggul dalam merebut perhatian khalayak yang "gila" informasi.

Hal ini dapat kita lihat dari berbagai
media yang saling gencar mencari informasi terkini, membuat e- paper sehingga informasi bisa diakses secara praktis dan mudah. Jadi, informasi bisa didapatkan secara mudah tidak hanya melalui personal computer namun juga dapat diperoleh melalui gadget yang dimiliki seperti mobile phone, ipad, dan i phone .

Jumat, 01 April 2011

ARTI POSESIF dan 6 CARA MENGHILANGKAN SIFAT POSESIF

ulasan kali ini mengenai arti posesif dan beberapa cara menghilangkan sifat posesif
ini ada info sedikit buat kalian yang belum tau arti posesif  dan buat kalian yang posesif & pengen ngilangin sifat posesif ada juga tipsnya..

ARTI POSESIF

Arti posesif dalam kamus bahasa Inggris adalah; Possessive: Having or showing a desire to control or dominate. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia secara umum berarti Posesif adalah suatu sikap yang dipunyai atau ditunjukkan untuk mengontrol atau mendominasi sesuatu atau seseorang. Atau bisa juga diartikan sebagai sebuah sikap membatasi ruang gerak pasangan dan juga merasa bahwa pasangan adalah "miliknya" sendiri, mencintai pasangan terlalu berlebihan sehingga sehingga memiliki perasaan takut kehilangan. Contoh perbuatan konkretnya : melarang pasangan untuk memiliki teman cowok, mewajibkan pasangan untuk melapor kegiatan sehari-hari dan banyak lagi. Dan pada tingkatan yang paling parah, seseorang yang posesif bisa sampai melukai pasangannya dengan alasan yang tidak masuk akal.


Posesif, kata itu mengingatkan saya suatu hal dan membuat saya tersenyum. Saya berfikir bukan hanya manusia saja yang punya sikap itu, tapi Tuhan juga. Dia mempunyai sikap posesif
 kepada umat-Nya untuk menyembah-Nya, beribadah, dan berbuat baik pada sesama. Jika tidak dituruti maka pasti ada ganjarannya. Namun, ada perbedaan yang sangat jelas. Tuhan yang punya Super Posesif (karena memang kedudukannya) dan kita sebagai manusia masih mempunyai pilihan (kehendak bebas) untuk memilih. Sedangkan manusia, sikap posesifnya terhadap sesuatu terutama seseorang cenderung tidak punya pilihan dan sisi negatif yang muncul.

Posesif dalam Suatu Hubungan Manusia
Mengucapkan
 kata posesif saya jadi teringat lagu Naif dengan judul yang sama dan juga cerita-cerita di film dan sinetron, atau curhat2 teman. Perlu disadari oleh kita, mungkin kita pernah bersikap posesif pada siapa pun termasuk saya juga. Coba kita ingat-ingat tentang masa lalu. Pasti ada dan yang menjadi pertanyaan adalah sampai di mana kadar atau ukuran posesif itu.

Banyak yang menilai
 sikap posesif adalah suatu sikap yang negatif, cenderung merugikan orang lain dan bahkan diri sendiri. Jika saya bersikap posesif pada orang lain, maka dalam hati akan terpendam rasa tidak percaya diri, kecurigaan, berprasangka buruk, membenci, dan rasa yang lain yang akan mengotori hati kita yang. Jika itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan untuk mengotori sikap dan prilaku kita secara fisik sebagai manusia.

Bagi orang yang diposesifi (korban), dia akan merasa tidak nyaman, terkungkung, pelanggaran privasi, dan lainnya. Namun, orang yang diposesifi (korban) dan yang memposesifi (pelaku) punya kadar dan ukuran sendiri dalam menilai dan melihat dari sudut pandang tertentu. Walau menurut mereka ada yang mengatakan itu baik (sebenarnya yang mereka maksud itu adalah sikap memberikan perhatian dan bukannya
 posesif), sikap perhatian yang berlebihan (posesif) bagi yang merasakan prilaku tersebut sangat tidak nyaman atau menentang dan terkesan mengekang. Tidak akan ada yang bilang itu baik, saya berani bertaruh. Contoh dari sikap posesif itu diantaranya; terlalu banyak mengatur, banyak bertanya hingga detail serta cenderung mengintrogasi, dan kuatnya unsur kecurigaan dalam diri, cemburu yang berlebihan dan tidak kenal situasi, selalu ingin dimengerti tapi tidak pernah ingin mengerti. Nah, sekarang coba katakan, "apa sikap seperti itu baik?".

Kemudian ada seseorang berkata, " Itu kan sikap posesif yang berlebihan. Kalau sikap posesif yang wajar ya ngga apa apa." Saya ketawa mendengar pernyataan seperti itu. Bukankah sudah jelas bahwa posesif adalah sebuah sikap yang berlebihan? Jadi ngga ada tuh, yang namanya "posesif yang wajar". Kalau masih dalam batas kewajaran ya bukan posesif namanya.

Hal itu dilakukan karena adanya sikap tidak merasa percaya diri pada diri sendiri, takut kehilangan, dan keinginan untuk memiliki yang terlalu kuat dan bahkan keinginan untuk mengekang. Lalu, apa hubungannya posesif dengan hubungan Cinta antar manusia? Biasanya sikap posesif itu timbul dari hubungan antar manusia karena adanya rasa cinta yang sangat terlalu kuat (biasanya salah satu dari pasangan itu).

Apakah salah untuk mencintai seseorang dengan kuat? Apakah benar demikian? Lalu saya berfikir jika yang menjadi korban adalah “Kebebasan” diri, apakah hal itu juga bagian dari mencintai seseorang yang tulus? Jika hal itu terjadi, ada pertanyaan yang harus dijawab. Apakah kita mencintai seseorang secara fisiknya atau hatinya? Manakah yang lebih penting? Saya tidak mau mengorbankan “Kebebasan” orang lain, saya pasti memilih mencintai seseorang karena hati.

Lalu bagaimana dengan hubungan persahabatan kita dengan orang lain? Adakah
 sikap posesif itu? Sebenarnya antara hubungan persahabatan dengan hubungan kekasih itu hanya dibatasi garis tipis. Satu-satunya hal yang menjadi perbedaan adalah masalah hati dan status (berkomitmen untuk menjalin suatu hubungan kasih misalnya; berpacaran, bertunangan, dan menikah). Sikap posesif yang diperbolehkan (menurut ilmu hubungan antar manusia) adalah hanya dalam konteks “Menasehati.” Menasehati sepanjang apa yang dilakukan pasangan kita itu tidak menyalahi aturan yang ada dalam norma susila dan agama serta saling menghormati. Tapi setiap manusia punya hak azasi untuk menentukan bagaimana cara dia untuk bertindak.

“Cinta akan berkembang jika kita merawat dan memupuknya secara wajar serta membiarkannya tumbuh dengan sendirinya sesuai kekuatan yang diberikan oleh kasih sayang dan Cinta dari Tuhan.”

Singkirkan
 sikap posesif untuk sebuah hubungan yang sehat dan berkualitas.

6 CARA MENGHILANGKAN SIFAT POSESIF
Apakah kamu seorang pacar yang posesif? Wah,kasihan sekali pacar kamu. Pasti dia merasa sangat tidak nyaman dengan sifat posesif kamu itu. Terus bagaimana caranya menghilangkan sifat posesif? Oke, saya akan membantu bagaimana cara menghilangkan sifat posesif agar pacar kamu merasa nyaman berada di dekat kamu.

1.Menyadari sifat posesif itu
Akui saja bahwa kamu memang memiliki sifat posesif. Dengan begitu kamu akan mempunyai motivasi untuk menghilangkannya. Coba pikir,bagaimana kamu mau menghilangkan sifat posesif kalau kamu sendiri tidak menyadari bahwa kamu memiliki sifat posesif.?

2. Jalin komunikasi yang baik
Entah untukyang keberapa kalinya saya bilang bahwa komunikasi adalah kunci sukses dalam sebuah hubungan. Dan ternyata komunikasi juga merupakan salah satu cara ampuh untuk menghilangkan sifat posesif. Komunikasi juga dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman antara kamu dan pasangan.

3. Percaya terhadap pasangan
Belajarlah untuk memberikan kepercayaan terhadap pacar kamu. Apa artinya sebuah hubungan tanpa didasari rasa kepercayaan. Apa pun yang dilakukan selalu dicemburui, dicurigai. Terkadang sifat posesif timbul karena kita tidak bisa mempercayai pasangan.

4. Memiliki tekad untuk berubah
Langkah selajutnya setelah kamu menyadari sikap posesif itu adalah memiliki keinginan,motivasi untuk berubah menjadi lebih baik. Oke, dengan membaca artikel ini, saya harap kamu sudah mempunyai keinginan untuk berubah dan menghilangkan sifat posesif itu.

5. Memberikan kebebasan
Kamu harus menyadari satu hal, bahwa setiap orang adalah mahluk yang merdeka. Mereka semua memiliki kebebasan untuk memilih, menetukan dan mengatur sendiri hidupnya. Sekali pun itu adalah pacar kamu. Kamu tidak punya hak sama sekali untuk mengekang dan mengatur sesuai dengan keinginanmu. Berikan dia kebebasan secara individu. Tentunya kamu tidak ingin kalau hak-hak kamu sebagai manusia dibatasi bukan? Begitu juga pacar kamu.

6. Minta pacar kamu untuk mengingatkan
Terlalu berat kalau kamu harus berjuang sendiri untuk menghilangkan sifat posesif kamu itu. Karena itu mintalah bantuan pacar kamu untuk mengingatkan kalau kamu berbuat sesuatu yang mengarah ke sikap atau sifat posesif. Kerjasama antara kamu dan pacar dibutuhkan dalam hal ini.