Minggu, 13 Juli 2014

Last Day Trip Tangerang - Bandung - Yogyakarta

23-01-2013

Akhirnya ini benar-benar hari terakhir di Yogyakarta, bakal kangen deh sama kota ini. (~_~) 
Sebelum cek out, kita bermaksud membawa oleh-oleh khas Yogyakarta untuk keluarga. Sarapan dulu yuk di pasar beringharjo, yah sambil liat-liat sebentar isi pasar ini. Membeli oleh-oleh kebanyakan orang membeli di toko bakpia 25 pusat oleh-oleh, pasar patuk kidul 14-18.Dari malioboro kita bisa berjalan kaki, bagi yang kuat berjalan atau menggunakan becak. Kita mah pilih yang sehat ajah, jalan kaki meski ga tau lokasi persisnya. Maka dari itu kita tanya pedagang di kawasan malioboro jalan atau rute menuju toko bakpia25. Beli bakpia, yangko atau wingko diusahakan yang masih baru karna tidak bisa bertahan lama.

Puas berbelanja oleh-oleh, kembali lagi ke hotel dengan berjalan kaki. Langsung beres-beres barang dan cek out sebelum jam 12.00WIB. Kebetulan kita dapat tiket kereta api yang malam, jadi kita mengungsi di tempat makan siap saji yang terkenal ayam goreng tepungnya. Letaknya di kawasan malioboro, kalau masih ada jajanan yang tertinggal yah bisa lah langsung dibeli. heheh :D
Menurut tiket, kita naik Kereta Api Gajah Wong dari Stasiun Yogyakarta jam 19.40 WIB - Stasiun Senen Jakarta jam 05.40WIB. Stasiun Yogyakarta ini letaknya masih sekitar kawasan malioboro, makanya kita mengungsi dan bermalam di kawasan malioboro. Agar tak perlu kejar-kejaran dengan waktu dan mencari angkutan umum menuju stasiun. Sekitar jam 17.00WIB kita memutuskan menunggu di Stasiun Yogyakarta, dari tempat makan tersebut cukup berjalan kaki 5-10 menit.

Sampai sini saja perjalanan dari Tangerang - Bandung - Yogyakarta, banyak hal yang takkan terlupakkan. Sampai bertemu diperjalanan yang lain (^_^)/ sayonara...

Minggu, 06 Juli 2014

Yogyakarta (Day 3)

22-01-2013
Yuhuuu hari terakhir di Yogyakarta nih, tapi masih ada tempat yang belum dikunjungi. Yuk ah, kita langsung bergegas beberes barang bawaan dan cek out dari hotel. Karna tempat wisata yang akan kita datangi dekat dengan daerah malioboro jadi kita pindah hotel di kawasan malioboro. Menuju malioboro kita menggunakan bus transyogya dengan jurusan jombor dan transit untuk sampai di halte malioboro1. Bagi yang mau menginap di hotel murah tapi tak murahan, coba ke Jl. Sosrowijayan. 

Lokasinya di kawasan malioboro dan ga jauh dari mal malioboro, banyak hotel murah yang cocok bagi para backpacker. Ada juga hotel berbintang, bagi yang pergi ke Yogyakarta ini bersama keluarga. Banyak lho turis mancanegara yang menginap di kawasan Jl. Sosrowijayan karna harganya relatif murah jadi bisa tinggal dalam beberapa hari. Saat akan mencari-cari hotel, tak sengaja ketemu sama orang yang biasa mencarikan hotel murah buat para turis. Namanya Mas Agus, dia asli warga yogya dan sudah biasa jadi pemandu wisata para turis. Dia tanpa diminta langsung menunjukkan kita beberapa hotel murah tapi ga murahan. Sambil mencari hotel murah, dia bercerita bahwa dia sudah bertahun-tahun menjadi pemandu wisata turis, bahkan dia bisa berbicara dengan 5 bahasa. Wow.. Begitu seringnya bertemu dengan para turis membuat dia bisa belajar bahasa dengan cara otodidak, tanpa belajar dari sebuah lembaga atau buku panduan.

Beberapa hotel sudah kita kunjungi, dapatlah satu hotel yang cukup sesuai dengan isi dompet alias murah meriah. Kita memang ga perlu hotel yang mewah karna kita ke hotel saat mandi dan tidur saja. Lupa lagi nama hotelnya, pokoknya hotel ini letaknya ga jauh dari cafe yang biasa para turis berkumpul untuk nongkrong atau makan. Biayanya cukup murah sebesar Rp. 80.000/ malam, bisa untuk 2 orang dengan fasilitas double bed, kipas angin dan kamar mandi dalam. Begitu memasuki kamar, kita langsung menaruh tas dan segera pergi. Gak pake istirahat atau leyeh-leyeh di kamar, karna masih ada tempat yang belum kita kunjungi. Menuju kawasan malioboro kita mencari makan sebelum pergi, seperti biasa supaya kuat berjalan jauh. =))
Nah, ini dia saatnya ke tempat wisata yang lain, kali ini kita akan ke Taman Sari. Menggunakan busway dari halte malioboro lalu turun di halte Kh. Dahlan dan dari situ kita cukup berjalan kaki sekitar 2 km.  
Taman Sari ini merupakan bekas taman atau kebun Istana Keraton Yogyakarta. Terdapat gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun beberapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh.

Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Tak sampai seharian untuk mengelilingi obyek wisata ini, kita segera berpindah haluan untuk kembali ke hotel. Sebelum ke hotel, kita berjalan-jalan sekitar malioboro sekedar jajan untuk diri sendiri atau dibawa pulang. Saat hari mulai senja kita kembali ke hotel, bersih-bersih sekaligus merapikan barang bawaan, jadi begitu akan cek out tak perlu bongkar pasang isi tas deh. 



Jumat, 04 Juli 2014

Yogyakarta (Day 2)

21-01-2013
Selamat pagi yogyakarta, udara yang terhirup begitu menyegarkan.
Hari yang cerah untuk berwisata, mari kita bersiap-siap untuk memulai perjalanan ke tempat wisata di DI Yogyakarta ini. Hari ini kita akan berkunjung ke tempat Prambanan. Dimulai dari jam 07.00wib kita keluar kamar dan berjalan kaki ke halte transyogya terdekat, sebelumnya kita bertanya terlebih dahulu ke resepesionis hotel rute menuju ke Prambanan. Berdasarkan informasi, kita bisa naik bus transyogya dan transit di beberapa halte.
Naik bus transyogya ini cukup merogoh kocek Rp. 3.000/orang dan untuk transit tak perlu mengeluarkan biaya lagi selama saat akan transit, menunggu di dalam halte. Dari halte bus 3B turun di halte dekat bandara Adi Sucipto, lanjut transit ke bus 1A sampai halte Prambanan. Sesampainya di pemberhentian terakhir, yaitu kawasan Prambanan, kita mencari sarapan agar kuat berjalan seharian. Berhubung kita gak tau berapa jarak antara halte dengan candi Prambanan, kita memutuskan naik delman yang sedari tadi menawarkan jasanya. Ternyata jarak halte ke candi Prambanan ± 1,5km, pas mau naik delman ini jangan lupa melakukan tawar menawar biar biayanya ga asal ditebak sama bapak kusirnya. Masuk kawasan Candi Prambanan ini kita membayar Rp. 30.000/ orang dan untuk melihat asal muasal Candi Prambanan yang dituangkan dalam bentuk film, di ruang audio visual. Menonton di ruang audio visual kita membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000/orang, terdapat dua bahasa, bisa nonton dengan berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Kebetulan pada saat kita akan menonton, berbarengan dengan turis korea jadi kita menonton dengan audio visual berbahasa Inggris. Lumayan lah ya sekalian untuk belajar. hhi :D
Sebelum memasuki kawasan Candi Prambanan, pengurus candi akan memberikan kita kain / sarung bermotif batik. Hal ini untuk menghormati Candi Prambanan yang digunakan sebagai tempat ibadah.
Beberapa candi di Yogyakarta memiliki beberapa keunikan, candi juga memiliki dua kategori yaitu untuk beribadah dan makam dari raja. Nah, kalau Candi Prambanan ini untuk tempat ibadah, maka para pengunjung diharuskan memakai kain/ sarung bermotif batik. Dan saat akan pulang, tak lupa untuk mengembalikan kain/ sarung tersebut ke pengurus candi.
Candi Prambanan ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitekturnya berbentuk tinggi dan ramping sesuai gaya Hindu pada umumnya. Di tengah kompleks candi, terdapat Candi Siwa sebagai candi utama dan memiliki ketinggian mencapai 47 meter.
Seharian mengelilingi candi, saatnya kita menuju ke tempat yang lain. Kali ini kita tidak pergi ke tempat wisata melainkan ke Stasiun Lempuyangan. Berhubung kita belum punya tiket untuk pulang ke Jakarta, jadi kita beli tiket dengan cara manual yaitu datang langsung ke stasiun. Begitu sampai di stasiun, antriannya sudah cukup panjang. Karna beberapa hari lagi Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, maka banyak orang yang pulang atau pergi pada tanggal tersebut. Giliran kita saat akan memesan tiket untuk tanggal 23 Januari 2013, benarlah apa yang dikhawatirkan, tiket kereta api kelas ekonomi untuk ke Jakarta sold out alias habis. 
Lemaslah kita mengetahui hal itu, akhirnya kita memutuskan pulang/ balik ke hotel. Begitu sampai di halte pemberhentian terakhir, menuju hotel terdapat minimarket dan saat itulah kita berfikir kenapa tidak memesan tiket melalui minimarket. Tiket kereta api kelas ekonomi habis, maka kita dapat yang kelas ekonomi ac Rp. 125.000/ orang dan kena charge Rp. 3.500 karna beli di minimarket. Tak apalah daripada ga bisa pulang, sebenarnya naik bus juga bisa hanya saja waktunya lebih lama dibanding naik kereta api.
Sedikit lega karna tiket pulang sudah ditangan, selanjutnya kita bersiap-siap begitu sampai dihotel. Selepas magrib sekitar jam 18.30 WIB kita pergi ke daerah Purawisata untuk menyaksikan pertunjukkan Sendratari Ramayana. Pastikan melakukan reservasi sebelum datang biar ga diusir dan tiket masuk pertunjukkan sebesar Rp. 70.000/ orang. :p
Untuk sampai kesana kita menggunakan becak yang jaraknya ± 2km dan melewati alun-alun yang dipadati para pengunjung yang ke pasar malam/ sekaten. Seperti biasa kalau naik angkutan umum seperti becak dan delman, melakukan tawar menawar biaya transportasi. Sesampainya di tempat tersebut ternyata acara belum dimulai, sambil menunggu acara mulai kita memutuskan makan malam ala kadarnya. Makan malam di angkringan, yang penting perut terisi dan ga keroncongan. :D
Pertunjukan Sendratari Ramayana ini berjalan selama ± 1,5 jam, kita kebagian di bangku ketiga karna bangku depan sudah di booking. Wohoo.. yang nonton kebanyakan para turis mancanegara dan yang turis lokal cuma kita berdua. Tak lupa kita abadikan melalui video, dan begitu selesai pertunjukkannya, langsung cek hasil. Eh halah dalah mic-nya ke silent, jadi yang direkam gambar doang dan suaranya ga ada. Koplak! =))
Para penari begitu luwes saat menari dan begitu lihai serta lincah, jadi tidak bosan menontonnya. Kalau pengen ada efek biasanya pertunjukkan di Candi Prambanan, hanya saja pada saat bulan purnama dan jadwalnya bisa diambil di pusat informasi Candi Prambanan. Puas menonton pertunjukkan kita kembali ke hotel dan tidur. :D
Selamat malam~

Kamis, 19 Juni 2014

Yogyakarta (Day 1)

20 Januari 2013
Yuhuu.. pagi yang cerah di kota Kembang Bandung Jawa Barat, seakan mengantarkan kita untuk pergi ke kota selanjutnya dengan riang gembira. Bangun pagi, kita langsung bersiap menuju stasiun kereta api bandung. FYI kita gak bersih-bersih badan, why? Untuk buang air kecil aja rasanya enggan, apalagi untuk bermandi ria. Bukannya kita "sok" karena kamar mandinya sempit, kalo aja kamar mandinya agak lebih bersih pasti kita mau menggunakannya. Yoweslah gapapa bau, yg penting happy =))
Jalan kaki dari hotel ke stasiun ± 15menit, sampai di stasiun kita beli makanan untuk mengganjal perut selama perjalanan. Secara ± 8jam perjalanan dari stasiun Bandung ke stasiun Yogyakarta pasti perut keroncongan. hehe
Kebetulan kita datangnya sedikit kecepatan beberapa menit, selagi menunggu kereta apinya datang kita sedikit jeprat jepret buat kenangan. hihih


Seperti itulah gambaran Stasiun Bandung, terlihat sepi karena kita perginya bukan waktu liburan. That's me, very ugly :p
Akhirnya kereta yang akan kita tumpangi datang, kita naik kereta api bisnis lodaya pagi. Berhubung kemarin kita wisata didaerah yang ga jauh dari kota, makanya menginap di dekat stasiun kereta api dan pesan tiket disitu pula. Lagipula kita ga tau angkutan umum ke stasiun kiara condong, jadi ga naik kereta api ekonomi deh. Well, pas pulang ke jakarta sajalah. Tak ada hal yang menarik selama perjalanan sungguh biasa, tidur sajalah untuk meredam kelaparan. :D
Eh ada ternyata hal yang beda, kalo diperhatikan baik-baik salah satu fasilitas kereta api yaitu kipas angin besar yang menggantung di atas lorong bergerak ke kanan kiri. Lagi asyik tidur, kepanasan dan terbangun jadilah melihat salah satu fasilitas itu. Trus apa bedanya sama kereta api ekonomi? Kirain kelas bisnis pakai AC, ternyata beda dengan harapan. Harap dimaklum kalo saya norak, karena udah luamaa banget ga naik kereta api jadi ga tau apa saja fasilitas kereta api.
Jam 16.00WIB sampailah kita di kota pelajar, selamat sore DIY Yogyakarta. Keluar dari stasiun kita celingak celinguk, bingung mau naik apa ke hotel. Banyak juga yang menawarkan jasa transportasinya seperti becak, ojek, delman tapi kita cuekin dan jalas terus keluar stasiun. Lho kok malah dihiraukan, padahal tadi bingung mau naik kendaraan apa? Takutnya pas kita iya atau langsung naik kendaraannya pas sampe hotel buat bayar, harganya nembak alias tarifnya tinggi, sesuka hati abangnya deh. Sebenarnya bisa aja sih negosiasi tarif, cuma malas lah kalo pas rame gitu entah karna gue parnoan juga kali. heheh
Di luar stasiun juga banyak kendaraan kok, tapi jangan berharap ada angkutan umum atau bus yang lalu lalang seperti di jakarta atau bandung. Sekalinya ada bus, ya bus transyogya aja itu pun ada rutenya (berhenti di halte tertentu) jadi ga ada tuh dia lewat terus kita berhentiin di pinggir jalan yang bukan di haltenya. Lagipula yang kayak gitu bikin ga tertib sob.. Setelah bernegosiasi dengan abang tukang becak, oh iya kita akhirnya pilih becak yaitu kendaraan roda tiga yang menggunakan tenaga manusia. Selain ramah lingkungan jadi lebih hemat, tukang becaknya menawarkan kita sejumlah hotel yang dekat dengan tempat wisata dan harganya relatif murah. Tau aja kalo kita butuh tempat penginapan yang murah, apa keliatan dari tampang kita? ah sudahlah!
Hotel Wahid
Meluncurlah kita ke tempat penginapan yang ditunjukkan oleh abang tukang becak, lumayan dekat keraton bagian alun-alun selatan kalo ndak salah. Dari stasiun kereta api sampai di hotel jaraknya ga jauh banget lah ya, jadi tarifnya cukup murah Rp. 20.000. Kita memesan 1kamar hotel dengan fasilitas 1 double bed + 1 singlebed, tv, kipas angin dan kamar mandi dalam dengan biaya Rp. 132.000/mlm (itu belum termasuk pajak). Lumayan banget lah ya, daripada kota yang sebelumnya. Istirahat sebentar sampai ba'da magrib, nonton tv, tiduran terus mandi. Krucuk krucuk krucuk.. tak terasa, cacing-cacing di perut sudah mulai bergerilya. hahay
Marilah kita pergi mencari makan ke arah keraton, wah ada warung makan yang rame tuh langsunglah di sergap eh maksudnya mendatangi tempat tsb. :p Kita makan ditempat ala lesehan dengan pesanannya 2nasi, ayam bakar, lele goreng + 2 teh manis hangat. Maknyuss tenan (`u`)b serasa mau nambah tapi udah ga muat nampung. Harganya pun relatif murah, totalnya Rp. 18.000, wah bisa lama di yogya kalo begini caranya. heheh
Tak usah berlama-lama di tempat makan, kita beranjak menuju alun-alun keraton. Disana kebetulan sedang ada sekaten (pasar malam yang diadakan menjelang Hari Raya Maulid Nabi Muhammad Saw.) rame banyak permainan, di jakarta yang seperti ini udah jarang banget ada. Banyak juga pedagang yang menjajaki makanan, baju, alas kaki, aksesoris dan lain sebagainya. Harganya? Ga usah khawatir, harganya murah sob pas dikantong pelajar pokoknya. :D
Iseng kita berdua naik komidi-komidian Rp. 5.000/orang, bianglala mini Rp. 5.000/orang ala pasar malam. Mau naik kora-kora tapi takut ahh, keamanannya ga jelas. Maap loh ya
Muter-muter lihat barang-barang yang dijual, sekedar menyenangkan mata aja dengan melihat-lihat tanpa membeli. heheh Sampailah kita dekat keraton, terdengar suara gamelan dan nyanyian dari para sinden. Penasaran, kitapun masuk ke keraton dengan membeli tiket. Karena sedang diselenggarakannya sekaten, jadi keraton di buka untuk umum. Di dalam keraton terdapat benda-benda/ barang-barang bersejarah pada masa silam yang diperlihatkan untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Contohnya ada delman, mobil sultan, keris, wayang, terdapat saat masuk lagi kedalam ada juga pembuatan keris, beragam model wayang dan masih banyak lagi. Sayang untuk dilewatkan karena keraton dibuka hanya pada saat acara tertentu. Sekali lagi jeprat jepret sebelum kembali ke hotel :) 


Saking asyiknya melihat isi keraton, tanpa sadar hari pun semakin malam. Kita beranjak pergi ke hotel, untuk mempersiapkan tenaga ke tempat wisata lainnya yang ada di yogyakarta esok hari. Dari keraton menuju hotel sebenarnya ada kendaraan yang bisa ditumpangi kalo ga mau kelelahan, ada becak atau delman tapi kita memilih berjalan kaki. Udara disini cukup sejuk, jadi lebih berjalan kaki sambil menikmati malam di yogyakarta. Sampa di hotel kita langsung ganti baju dan tidur, selamat malam.