Minggu, 13 Juli 2014

Last Day Trip Tangerang - Bandung - Yogyakarta

23-01-2013

Akhirnya ini benar-benar hari terakhir di Yogyakarta, bakal kangen deh sama kota ini. (~_~) 
Sebelum cek out, kita bermaksud membawa oleh-oleh khas Yogyakarta untuk keluarga. Sarapan dulu yuk di pasar beringharjo, yah sambil liat-liat sebentar isi pasar ini. Membeli oleh-oleh kebanyakan orang membeli di toko bakpia 25 pusat oleh-oleh, pasar patuk kidul 14-18.Dari malioboro kita bisa berjalan kaki, bagi yang kuat berjalan atau menggunakan becak. Kita mah pilih yang sehat ajah, jalan kaki meski ga tau lokasi persisnya. Maka dari itu kita tanya pedagang di kawasan malioboro jalan atau rute menuju toko bakpia25. Beli bakpia, yangko atau wingko diusahakan yang masih baru karna tidak bisa bertahan lama.

Puas berbelanja oleh-oleh, kembali lagi ke hotel dengan berjalan kaki. Langsung beres-beres barang dan cek out sebelum jam 12.00WIB. Kebetulan kita dapat tiket kereta api yang malam, jadi kita mengungsi di tempat makan siap saji yang terkenal ayam goreng tepungnya. Letaknya di kawasan malioboro, kalau masih ada jajanan yang tertinggal yah bisa lah langsung dibeli. heheh :D
Menurut tiket, kita naik Kereta Api Gajah Wong dari Stasiun Yogyakarta jam 19.40 WIB - Stasiun Senen Jakarta jam 05.40WIB. Stasiun Yogyakarta ini letaknya masih sekitar kawasan malioboro, makanya kita mengungsi dan bermalam di kawasan malioboro. Agar tak perlu kejar-kejaran dengan waktu dan mencari angkutan umum menuju stasiun. Sekitar jam 17.00WIB kita memutuskan menunggu di Stasiun Yogyakarta, dari tempat makan tersebut cukup berjalan kaki 5-10 menit.

Sampai sini saja perjalanan dari Tangerang - Bandung - Yogyakarta, banyak hal yang takkan terlupakkan. Sampai bertemu diperjalanan yang lain (^_^)/ sayonara...

Minggu, 06 Juli 2014

Yogyakarta (Day 3)

22-01-2013
Yuhuuu hari terakhir di Yogyakarta nih, tapi masih ada tempat yang belum dikunjungi. Yuk ah, kita langsung bergegas beberes barang bawaan dan cek out dari hotel. Karna tempat wisata yang akan kita datangi dekat dengan daerah malioboro jadi kita pindah hotel di kawasan malioboro. Menuju malioboro kita menggunakan bus transyogya dengan jurusan jombor dan transit untuk sampai di halte malioboro1. Bagi yang mau menginap di hotel murah tapi tak murahan, coba ke Jl. Sosrowijayan. 

Lokasinya di kawasan malioboro dan ga jauh dari mal malioboro, banyak hotel murah yang cocok bagi para backpacker. Ada juga hotel berbintang, bagi yang pergi ke Yogyakarta ini bersama keluarga. Banyak lho turis mancanegara yang menginap di kawasan Jl. Sosrowijayan karna harganya relatif murah jadi bisa tinggal dalam beberapa hari. Saat akan mencari-cari hotel, tak sengaja ketemu sama orang yang biasa mencarikan hotel murah buat para turis. Namanya Mas Agus, dia asli warga yogya dan sudah biasa jadi pemandu wisata para turis. Dia tanpa diminta langsung menunjukkan kita beberapa hotel murah tapi ga murahan. Sambil mencari hotel murah, dia bercerita bahwa dia sudah bertahun-tahun menjadi pemandu wisata turis, bahkan dia bisa berbicara dengan 5 bahasa. Wow.. Begitu seringnya bertemu dengan para turis membuat dia bisa belajar bahasa dengan cara otodidak, tanpa belajar dari sebuah lembaga atau buku panduan.

Beberapa hotel sudah kita kunjungi, dapatlah satu hotel yang cukup sesuai dengan isi dompet alias murah meriah. Kita memang ga perlu hotel yang mewah karna kita ke hotel saat mandi dan tidur saja. Lupa lagi nama hotelnya, pokoknya hotel ini letaknya ga jauh dari cafe yang biasa para turis berkumpul untuk nongkrong atau makan. Biayanya cukup murah sebesar Rp. 80.000/ malam, bisa untuk 2 orang dengan fasilitas double bed, kipas angin dan kamar mandi dalam. Begitu memasuki kamar, kita langsung menaruh tas dan segera pergi. Gak pake istirahat atau leyeh-leyeh di kamar, karna masih ada tempat yang belum kita kunjungi. Menuju kawasan malioboro kita mencari makan sebelum pergi, seperti biasa supaya kuat berjalan jauh. =))
Nah, ini dia saatnya ke tempat wisata yang lain, kali ini kita akan ke Taman Sari. Menggunakan busway dari halte malioboro lalu turun di halte Kh. Dahlan dan dari situ kita cukup berjalan kaki sekitar 2 km.  
Taman Sari ini merupakan bekas taman atau kebun Istana Keraton Yogyakarta. Terdapat gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun beberapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh.

Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Tak sampai seharian untuk mengelilingi obyek wisata ini, kita segera berpindah haluan untuk kembali ke hotel. Sebelum ke hotel, kita berjalan-jalan sekitar malioboro sekedar jajan untuk diri sendiri atau dibawa pulang. Saat hari mulai senja kita kembali ke hotel, bersih-bersih sekaligus merapikan barang bawaan, jadi begitu akan cek out tak perlu bongkar pasang isi tas deh. 



Jumat, 04 Juli 2014

Yogyakarta (Day 2)

21-01-2013
Selamat pagi yogyakarta, udara yang terhirup begitu menyegarkan.
Hari yang cerah untuk berwisata, mari kita bersiap-siap untuk memulai perjalanan ke tempat wisata di DI Yogyakarta ini. Hari ini kita akan berkunjung ke tempat Prambanan. Dimulai dari jam 07.00wib kita keluar kamar dan berjalan kaki ke halte transyogya terdekat, sebelumnya kita bertanya terlebih dahulu ke resepesionis hotel rute menuju ke Prambanan. Berdasarkan informasi, kita bisa naik bus transyogya dan transit di beberapa halte.
Naik bus transyogya ini cukup merogoh kocek Rp. 3.000/orang dan untuk transit tak perlu mengeluarkan biaya lagi selama saat akan transit, menunggu di dalam halte. Dari halte bus 3B turun di halte dekat bandara Adi Sucipto, lanjut transit ke bus 1A sampai halte Prambanan. Sesampainya di pemberhentian terakhir, yaitu kawasan Prambanan, kita mencari sarapan agar kuat berjalan seharian. Berhubung kita gak tau berapa jarak antara halte dengan candi Prambanan, kita memutuskan naik delman yang sedari tadi menawarkan jasanya. Ternyata jarak halte ke candi Prambanan ± 1,5km, pas mau naik delman ini jangan lupa melakukan tawar menawar biar biayanya ga asal ditebak sama bapak kusirnya. Masuk kawasan Candi Prambanan ini kita membayar Rp. 30.000/ orang dan untuk melihat asal muasal Candi Prambanan yang dituangkan dalam bentuk film, di ruang audio visual. Menonton di ruang audio visual kita membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000/orang, terdapat dua bahasa, bisa nonton dengan berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Kebetulan pada saat kita akan menonton, berbarengan dengan turis korea jadi kita menonton dengan audio visual berbahasa Inggris. Lumayan lah ya sekalian untuk belajar. hhi :D
Sebelum memasuki kawasan Candi Prambanan, pengurus candi akan memberikan kita kain / sarung bermotif batik. Hal ini untuk menghormati Candi Prambanan yang digunakan sebagai tempat ibadah.
Beberapa candi di Yogyakarta memiliki beberapa keunikan, candi juga memiliki dua kategori yaitu untuk beribadah dan makam dari raja. Nah, kalau Candi Prambanan ini untuk tempat ibadah, maka para pengunjung diharuskan memakai kain/ sarung bermotif batik. Dan saat akan pulang, tak lupa untuk mengembalikan kain/ sarung tersebut ke pengurus candi.
Candi Prambanan ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitekturnya berbentuk tinggi dan ramping sesuai gaya Hindu pada umumnya. Di tengah kompleks candi, terdapat Candi Siwa sebagai candi utama dan memiliki ketinggian mencapai 47 meter.
Seharian mengelilingi candi, saatnya kita menuju ke tempat yang lain. Kali ini kita tidak pergi ke tempat wisata melainkan ke Stasiun Lempuyangan. Berhubung kita belum punya tiket untuk pulang ke Jakarta, jadi kita beli tiket dengan cara manual yaitu datang langsung ke stasiun. Begitu sampai di stasiun, antriannya sudah cukup panjang. Karna beberapa hari lagi Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, maka banyak orang yang pulang atau pergi pada tanggal tersebut. Giliran kita saat akan memesan tiket untuk tanggal 23 Januari 2013, benarlah apa yang dikhawatirkan, tiket kereta api kelas ekonomi untuk ke Jakarta sold out alias habis. 
Lemaslah kita mengetahui hal itu, akhirnya kita memutuskan pulang/ balik ke hotel. Begitu sampai di halte pemberhentian terakhir, menuju hotel terdapat minimarket dan saat itulah kita berfikir kenapa tidak memesan tiket melalui minimarket. Tiket kereta api kelas ekonomi habis, maka kita dapat yang kelas ekonomi ac Rp. 125.000/ orang dan kena charge Rp. 3.500 karna beli di minimarket. Tak apalah daripada ga bisa pulang, sebenarnya naik bus juga bisa hanya saja waktunya lebih lama dibanding naik kereta api.
Sedikit lega karna tiket pulang sudah ditangan, selanjutnya kita bersiap-siap begitu sampai dihotel. Selepas magrib sekitar jam 18.30 WIB kita pergi ke daerah Purawisata untuk menyaksikan pertunjukkan Sendratari Ramayana. Pastikan melakukan reservasi sebelum datang biar ga diusir dan tiket masuk pertunjukkan sebesar Rp. 70.000/ orang. :p
Untuk sampai kesana kita menggunakan becak yang jaraknya ± 2km dan melewati alun-alun yang dipadati para pengunjung yang ke pasar malam/ sekaten. Seperti biasa kalau naik angkutan umum seperti becak dan delman, melakukan tawar menawar biaya transportasi. Sesampainya di tempat tersebut ternyata acara belum dimulai, sambil menunggu acara mulai kita memutuskan makan malam ala kadarnya. Makan malam di angkringan, yang penting perut terisi dan ga keroncongan. :D
Pertunjukan Sendratari Ramayana ini berjalan selama ± 1,5 jam, kita kebagian di bangku ketiga karna bangku depan sudah di booking. Wohoo.. yang nonton kebanyakan para turis mancanegara dan yang turis lokal cuma kita berdua. Tak lupa kita abadikan melalui video, dan begitu selesai pertunjukkannya, langsung cek hasil. Eh halah dalah mic-nya ke silent, jadi yang direkam gambar doang dan suaranya ga ada. Koplak! =))
Para penari begitu luwes saat menari dan begitu lihai serta lincah, jadi tidak bosan menontonnya. Kalau pengen ada efek biasanya pertunjukkan di Candi Prambanan, hanya saja pada saat bulan purnama dan jadwalnya bisa diambil di pusat informasi Candi Prambanan. Puas menonton pertunjukkan kita kembali ke hotel dan tidur. :D
Selamat malam~

Kamis, 19 Juni 2014

Yogyakarta (Day 1)

20 Januari 2013
Yuhuu.. pagi yang cerah di kota Kembang Bandung Jawa Barat, seakan mengantarkan kita untuk pergi ke kota selanjutnya dengan riang gembira. Bangun pagi, kita langsung bersiap menuju stasiun kereta api bandung. FYI kita gak bersih-bersih badan, why? Untuk buang air kecil aja rasanya enggan, apalagi untuk bermandi ria. Bukannya kita "sok" karena kamar mandinya sempit, kalo aja kamar mandinya agak lebih bersih pasti kita mau menggunakannya. Yoweslah gapapa bau, yg penting happy =))
Jalan kaki dari hotel ke stasiun ± 15menit, sampai di stasiun kita beli makanan untuk mengganjal perut selama perjalanan. Secara ± 8jam perjalanan dari stasiun Bandung ke stasiun Yogyakarta pasti perut keroncongan. hehe
Kebetulan kita datangnya sedikit kecepatan beberapa menit, selagi menunggu kereta apinya datang kita sedikit jeprat jepret buat kenangan. hihih


Seperti itulah gambaran Stasiun Bandung, terlihat sepi karena kita perginya bukan waktu liburan. That's me, very ugly :p
Akhirnya kereta yang akan kita tumpangi datang, kita naik kereta api bisnis lodaya pagi. Berhubung kemarin kita wisata didaerah yang ga jauh dari kota, makanya menginap di dekat stasiun kereta api dan pesan tiket disitu pula. Lagipula kita ga tau angkutan umum ke stasiun kiara condong, jadi ga naik kereta api ekonomi deh. Well, pas pulang ke jakarta sajalah. Tak ada hal yang menarik selama perjalanan sungguh biasa, tidur sajalah untuk meredam kelaparan. :D
Eh ada ternyata hal yang beda, kalo diperhatikan baik-baik salah satu fasilitas kereta api yaitu kipas angin besar yang menggantung di atas lorong bergerak ke kanan kiri. Lagi asyik tidur, kepanasan dan terbangun jadilah melihat salah satu fasilitas itu. Trus apa bedanya sama kereta api ekonomi? Kirain kelas bisnis pakai AC, ternyata beda dengan harapan. Harap dimaklum kalo saya norak, karena udah luamaa banget ga naik kereta api jadi ga tau apa saja fasilitas kereta api.
Jam 16.00WIB sampailah kita di kota pelajar, selamat sore DIY Yogyakarta. Keluar dari stasiun kita celingak celinguk, bingung mau naik apa ke hotel. Banyak juga yang menawarkan jasa transportasinya seperti becak, ojek, delman tapi kita cuekin dan jalas terus keluar stasiun. Lho kok malah dihiraukan, padahal tadi bingung mau naik kendaraan apa? Takutnya pas kita iya atau langsung naik kendaraannya pas sampe hotel buat bayar, harganya nembak alias tarifnya tinggi, sesuka hati abangnya deh. Sebenarnya bisa aja sih negosiasi tarif, cuma malas lah kalo pas rame gitu entah karna gue parnoan juga kali. heheh
Di luar stasiun juga banyak kendaraan kok, tapi jangan berharap ada angkutan umum atau bus yang lalu lalang seperti di jakarta atau bandung. Sekalinya ada bus, ya bus transyogya aja itu pun ada rutenya (berhenti di halte tertentu) jadi ga ada tuh dia lewat terus kita berhentiin di pinggir jalan yang bukan di haltenya. Lagipula yang kayak gitu bikin ga tertib sob.. Setelah bernegosiasi dengan abang tukang becak, oh iya kita akhirnya pilih becak yaitu kendaraan roda tiga yang menggunakan tenaga manusia. Selain ramah lingkungan jadi lebih hemat, tukang becaknya menawarkan kita sejumlah hotel yang dekat dengan tempat wisata dan harganya relatif murah. Tau aja kalo kita butuh tempat penginapan yang murah, apa keliatan dari tampang kita? ah sudahlah!
Hotel Wahid
Meluncurlah kita ke tempat penginapan yang ditunjukkan oleh abang tukang becak, lumayan dekat keraton bagian alun-alun selatan kalo ndak salah. Dari stasiun kereta api sampai di hotel jaraknya ga jauh banget lah ya, jadi tarifnya cukup murah Rp. 20.000. Kita memesan 1kamar hotel dengan fasilitas 1 double bed + 1 singlebed, tv, kipas angin dan kamar mandi dalam dengan biaya Rp. 132.000/mlm (itu belum termasuk pajak). Lumayan banget lah ya, daripada kota yang sebelumnya. Istirahat sebentar sampai ba'da magrib, nonton tv, tiduran terus mandi. Krucuk krucuk krucuk.. tak terasa, cacing-cacing di perut sudah mulai bergerilya. hahay
Marilah kita pergi mencari makan ke arah keraton, wah ada warung makan yang rame tuh langsunglah di sergap eh maksudnya mendatangi tempat tsb. :p Kita makan ditempat ala lesehan dengan pesanannya 2nasi, ayam bakar, lele goreng + 2 teh manis hangat. Maknyuss tenan (`u`)b serasa mau nambah tapi udah ga muat nampung. Harganya pun relatif murah, totalnya Rp. 18.000, wah bisa lama di yogya kalo begini caranya. heheh
Tak usah berlama-lama di tempat makan, kita beranjak menuju alun-alun keraton. Disana kebetulan sedang ada sekaten (pasar malam yang diadakan menjelang Hari Raya Maulid Nabi Muhammad Saw.) rame banyak permainan, di jakarta yang seperti ini udah jarang banget ada. Banyak juga pedagang yang menjajaki makanan, baju, alas kaki, aksesoris dan lain sebagainya. Harganya? Ga usah khawatir, harganya murah sob pas dikantong pelajar pokoknya. :D
Iseng kita berdua naik komidi-komidian Rp. 5.000/orang, bianglala mini Rp. 5.000/orang ala pasar malam. Mau naik kora-kora tapi takut ahh, keamanannya ga jelas. Maap loh ya
Muter-muter lihat barang-barang yang dijual, sekedar menyenangkan mata aja dengan melihat-lihat tanpa membeli. heheh Sampailah kita dekat keraton, terdengar suara gamelan dan nyanyian dari para sinden. Penasaran, kitapun masuk ke keraton dengan membeli tiket. Karena sedang diselenggarakannya sekaten, jadi keraton di buka untuk umum. Di dalam keraton terdapat benda-benda/ barang-barang bersejarah pada masa silam yang diperlihatkan untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Contohnya ada delman, mobil sultan, keris, wayang, terdapat saat masuk lagi kedalam ada juga pembuatan keris, beragam model wayang dan masih banyak lagi. Sayang untuk dilewatkan karena keraton dibuka hanya pada saat acara tertentu. Sekali lagi jeprat jepret sebelum kembali ke hotel :) 


Saking asyiknya melihat isi keraton, tanpa sadar hari pun semakin malam. Kita beranjak pergi ke hotel, untuk mempersiapkan tenaga ke tempat wisata lainnya yang ada di yogyakarta esok hari. Dari keraton menuju hotel sebenarnya ada kendaraan yang bisa ditumpangi kalo ga mau kelelahan, ada becak atau delman tapi kita memilih berjalan kaki. Udara disini cukup sejuk, jadi lebih berjalan kaki sambil menikmati malam di yogyakarta. Sampa di hotel kita langsung ganti baju dan tidur, selamat malam.


Sabtu, 05 Oktober 2013

Bandung (Day 3)

19 Januari 2013
Hari ini jadwal ga terlalu padat seperti kemarin dan ini hari terakhir liburan di Bandung, karena besok lanjut ke Yogyakarta. Bangun pagi sekitar jam 06:30 wib, lanjut kita sarapan roti + teh, mandi. Dimana-mana orang mah mandi lanjut sarapan, eh ini malah kebalik hahay biarlah.. Udah rapi dan cantik, kita bergegas pergi untuk ke tempat wisata lain dan sekaligus cek out. Jam 08:30 wib cek out, jalan kaki ke Jl. Moh Iskat menuju hotel Patradissa. Hotel yang satu letaknya di dalam gang, tidak jauh dari stasiun kereta api bandung  Sebelum pindah, kita memang udah survei ke beberapa hotel dekat stasiun kereta api bandung dan terpilihlah hotel Patradissa yang harganya cukup terjangkau.

Lagipula kita hanya menginap semalam, kita memilih kamar tipe ekonomi dengan fasilitas double bed, tv, cermin dan bathroom Rp. 110.000/malam. Jadi di depan hotel terdapat bangku + meja berwarna putih untuk bersantai, kebetulan juga di seberangnya ada vihara (tempat ibadah agama Buddha) dan beberapa meter dari hotel ini juga terdapat Hotel Griya Indah. 

Setelah kita cek in dan menyiapkan barang yang akan di bawa untuk ke tempat yang biasa di kunjungi kalau berlibur ke Bandung. Sekitar jam 10:00 wib kita berangkat menggunakan angkutan umum berwarna hijau dengan rute Cicaheum-Ciroyom membayar Rp. 2.000/orang. Turun di Jl. Cipaganti, menyeberang dan berjalan kaki menuju Ciwalk, yah naluri perempuannya keluar deh. Ke situ ngapain lagi kalau bukan belanja ^o^ tapi kita ga belanja banyak, secukupnya aja lah. Kenapa gak sekalian aja kita ke Ciwalk Mall sekedar melihat-lihat, ternyata sedang ada kegiatan lomba fotografi. Rame, padat, kebanyakan dari mereka yang ikut lomba menggunakan kamera dslr canon. Siangpun datang, kita makan di salah satu resto dekat kegiatan tersebut. Dari ciwalk lanjut ke Gedung Sate, seperti sebelumnya jalan kaki ke Jl. Cipaganti untuk naik angkutan umum rute Cicaheum-Ciroyom, turun di lapangan gasibu dan berjalan kaki ke gedung sate. Sesampainya di gedung sate, kita berfoto ria karena pas kita dateng weekend jadi gedung sate tutup dan kita hanya bisa melihat dari luar gerbang. Tak apalah, yang penting udah pernah. hahaha ^O^

Puas berfoto kita lanjut jalan kaki ke arah stasiun, untuk naik angkutan umum jurusan ledeng dan turun di Dulkomsel. Kita ga langsung balik ke hotel, melipir dulu menyeberang buat naik angkutan umum jurusan Dago. Ya pas kita ke arah Dago ternyata hari sudah menjelang sore, kita pun tidak tau letak persis plaza Dago karena takut lebih jauh, kita tanya deh sama penumpang di sebelah dan ternyata kita keterusan sampai 2-3km -__-" nasib
Alhasil kita jalan kaki dari tempat kita turun sampai plaza Dago, jauuuuh boo!
Sesampainya di plaza Dago kita memutuskan untuk ke kamar mandi sedikit merapikan rambut dan seluk beluk wajah, begitulah kalo naluri perempuannya keluar. hahah tapi cuma sebentar karena kamar mandinya tidak sesuai harapan kita -__-" gak lagi-lagi dah
Lanjut lah kita ke foodcourt aja daripada tambah bete, di situ tempat para anak bandung kumpul dan saling mengobrol, istilahnya tempat nongkrong gitu lah. Tempat duduknya memang di desain anak muda berkumpul, selain itu juga ada layar besar yang menampilkan video klip musik terkini, jadi sambil makan bisa sambil mendengarkan musik. Berbagai macam hal yang kita bicarakan di tempat itu, sampai tak menyadari hari semakin gelap. Bergegas kita bersiap kembali ke hotel, kali ini kita naik angkutan umum jurusan kalapa-bip-dago dan turun di BIP (Bandung Indah Plaza). Loh kok malah turun di depan mall, mau ke mall lagi apa? Kebetulan angkutan yang menuju stasiun udah gak ada yang lewat, kita memilih alternatif angkutan lain yang searah, makanya naik angkutan itu dan turun di BIP. Kita berencana naik taksi, sebenarnya gak jauh dari BIP ke stasiun kereta api tapi lumayan jauuuh dan kita udah lelah, lemas, lunglai. Loh!

Hampir 30menit kita menunggu sambil berdiri secara di pinggir jalan mall, yang ada pedagang sepanjang jalan dan taksi yang akan kita tumpangi sampai saat ini ga lewat-lewat. (-_- !) Sebenarnya taksi yang lalu lalang banyak, taksi lokal sedangkan taksi yang kita pengen yaitu taksi nasional berwarna biru dengan lambang burung. heheh "sok" banget yah kelihatannya kita, naik taksi aja pake milih-milih. Sekalinya ada, dia lewat jalur kanan dan kitanya berdiri di jalur kiri. lalalaaaa (^^)~~
Selagi menunggu taksi yang lewat, mending cuci mata dengan melihat-lihat dagangan yang ada dipinggir jalan ini. hohoh Wah ada yang jual topi nih, semacam topi charlie caplin tapi versi pedagang kaki lama alias palsu, kw, abal-abal. :D Iseng coba berbagai warna dan mencocokkan dengan bentuk kepala, jadilah beli itu topi berwarna hitam. Saat membayar topi si novi nyamperin, ternyata dia dapet taksi pas gue lagi pilih-pilih topi. ;))
Kronologi saat naik taksi :
Sopir taksi : mau diantar kemana mbak?
Novi : hotel patradissa pak, dekat stasiun kereta api
Sopir taksi : dekat banget mbak, kenapa ga naik kendaraan lain? (sambil tertawa)
Seandainya ada kendaraan lain, kita ga akan naik taksi kali woy dan ga sanggup juga kalo mesti jalan kaki walau naik kendaraan cuma beberapa menit (dalam hati gue)

Beruntung sampainya lebih cepet, takutnya keburu sebel sama sopir taksi. hehe
Langsung masuk kamar, naro tas dan kembali ke teras hotel tapi cuma gue, sementara novi udah rebahan di kasur. Biasalah anak muda cek-cek sosial media, kenapa ga dikamar? Entah kenapa dikamar sama sekali ga ada sinyal, padahal dikota loh dan bukan di bawah tanah. Jadi kalo mau cari sinyal ya mesti keluar kamar dan tempat yang enak cuma teras bisa duduk berlama-lama sambil internetan, ngopi, dengerin musik dll. Sedang asyiknya main hp, eh ada bule (bule beneran loh ya, bukan pasangannya paklek) yang secara kebetulan menginap di tempat yang sama, cuma bedanya dia pesan kamar yang lebih bagus dari gue sepertinya. Dia terlihat masih muda & imut-imut, yah semacam personil one direction gitu walau gue bukan penggemar mereka. Saat akan memasuki hotel, dia melihat gue dan langsung melemparkan senyum manisnya ke gue. hehehee
Tanpa pikir panjang gue langsung balas dengan senyuman gue yang paling maut. lebay abis! :D kalo dipikir-pikir nih gue diteras sendirian, makin gelap pula dan lelah sangat. Daripada mikir yang engga-engga mending masuk kamar, beres-beres dan tidur, karena besok mesti lanjut lagi ke kota sebelah. Nice dream (-_-)zZz

Kamis, 03 Oktober 2013

Bandung (Day 2)

This is second day in Bandung, masih lanjutan Tangerang - Bandung - Yogyakarta Trip 1
18 Januari 2013
Its gonna be busy day, yup hari ini sepertinya jadwal kita agak padat. Bangun pagi-pagi, mandi, sarapan roti ke bawah (lobi). Selagi sarapan kita mengobrol sama juru masaknya, jadi akang ini (lupa namanya siapa, jaid panggil akang aja) asal garut dan baru beberapa bulan bekerja di penginapan by moritz sekalian kita nanya transportasi menuju kawah putih. Dia sedikit menceritakan tentang penginapan ini, jadi dahulunya penginapan ini dikhususkan bagi para turis eropa, namun mulai berkurangnya minat turis berkunjung ke bandung maka penginapan ini di buka untuk umum sejak 6 bulan yang lalu atau sekitar bulan juli 2012. Ya selesai sarapan kita ke kamar untuk bersiap-siap dan pergi ke Kawah Putih, dari gang penginapan kita menyeberang untuk naik angkutan umum ke terminal leuwi panjang. Selanjutnya kita naik bus jurusan ciwidey membayar Rp. 7.500/orang, turun di terminal cibereum. Untuk sampai ke tempat wisata kawah putih kita menyambung angkutan umum lagi jurusan patengan, hampir sampai di gerbang kawah putih tiba-tiba sopir angkutan yang kita tumpangi menawarkan diri untuk mengantar kita setelah menurunkan penumpang yang lain dan mandahulukan tempat wisata yang seharusnya setelah kawah putih yaitu situ patengan. Deal kita setuju dengan ide itu, jadi hitungannya Rp. 100.000/orang dengan rute situ patengan - kawah putih - terminal cibeureum. Sebenarnya ada alternatif lain untuk bisa ke kawah putih, dari terminal cibeurem naik angkot jurusan patengan turun di gerbang kawasan tempat wisata, beli tiket masuk Rp. 15. 000/orang dan naik ontang anting yaitu kendaraan yang disediakan oleh tempat wisata tersebut dengan membayar Rp. 10.00/orang. Nah, sampai lah kita di situ patengan, udaranya dingin padahal ga hujan cuma gerimis heheh..
Berkeliling pinggiran situ patengan, tak lupa mengabadikan moment memotret danau itu maupun kita, beberapa kali kita di tawari untuk menaiki perahu untuk ke batu cinta tapi kita tidak mau. Konon katanya kalau kita pergi ke batu cinta dan menuliskan nama pasangan, bakalan langgeng (ya itu mah cuma, semua kembali ke diri masing-masing mau percaya atau tidak). Baiklah kita tidak berlama di situ patengan, langsung kita pergi ke kawah putih, di perjalanan cuaca berubah yang tadinya mendung mulai cerah.

By the way ngomongin tentang gerimis, ternyata di Jakarta hujan terus menerus hingga menyebabkan banjir di beberapa lokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. hohoho ga salah deh kalau kita ngungsi ke luar kota + jalan-jalan liat pemandangan yang beda tapi keadaan jalan di bandung ini hampir sama dengan jakarta yaitu maceeet. -__-"
Dari pintu gerbang ke kawah putih ini jalanannya berkelok-kelok dan mendaki seperti di puncak, karena sehabis hujan jadi jalanan yang terlihat hanya kabut juga dingin. Sampai di lokasi pun yang terlihat hanya kabut, kawah putihnya pun jadi mengeluarkan bau seperti belerang. Berbahaya kalau kita berlama-lama di kawah putih tanpa menggunakan masker (penutup hidung), tak lama di kawah putih dan beberapa kali berfoto, kita langsung segera pulang. 

Di terminal cibeureum, kita tidak naik bus yang sama tapi kita naik mobil elf yang muatannya sekitar 15 orang jurusan bandung terminal leuwi panjang bayar Rp. 7.500/orang. Lanjut kita naik bus damri jurusan dago, turun di stasiun bandung pintu utama dan berjalan kaki mencari penginapan di daerah kebon kawung. Mencari penginapan? Bukannya udah dapat, ya kita cari penginapan lain yang murah di dekat stasiun kereta api. Satu persatu gang yang ada penginapan/ hotel kita masuki, kita mencari penginapan yang harganya di bawah Rp. 100.000. Ternyata sulit juga menemukan hotel yang murah pas weekend, rata-rata harganya Rp. 100.000 ke atas. Ada mungkin kita kunjungi 5-7 hotel yang sesuai, setelah muter-muter dan kita juga sudah lelah akhirnya kita pilih Hotel Patradissa. Hotel ini cukup nyaman, cukup murah dari hotel yang lain, kita jadi memesan 1 (satu) kamar kelas ekonomi yang berisi 1 (satu) doublebed, televisi, kamar mandi dalam Rp. 110.000/malam. 

Dirasa sudah cukup untuk hari ini, kita berjalan kaki menuju penginapan untuk membersihkan diri dan mencari makan. Malam ini kita mau mencari makan di dekat penginapan, juga mencari makan yang khas di Bandung, yuhhuu kita menemukan lomie di pinggir jalan, tanpa pikir panjang kita langsung memesannya dan harganya Rp. 13.000/porsi. Selamat makan, yummi. Mengisi perut dan tenaga, kita pergi ke minimarket, di sini juga ada yang seperti seven eleven & lawson. Perpaduan minimarket dan tempat nongkrong yaitu indomaret, anak gaul Bandung sesaat hihihi.. Nongkrong sebentar, sekedar wifian dan ngadem sampe bosan, setelah itu kembali ke penginapan dan tidur. Selamat malam, semoga esok cerah. ^^

Selasa, 01 Oktober 2013

Tangerang - Bandung - Yogyakarta Part 1 (Day 1)

Karena di intro udah sedikit di bahas jadi postingan yang ini langsung aja di bahas, cek it out..
Bulan Januari pun tiba, ternyata pada bulan ini sedang mengalami musim hujan dimana cuaca tak menentu yang dapat berubah sewaktu-waktu tanpa diduga. Alasan cuaca ini sempat membuat kita goyah untuk tidak melakukan perjalanan atau memundurkan jadwal. Aku dan novi sepakat untuk tetap melanjutkan perjalanan, sementara cika tidak melanjutkan dikarenakan beberapa alasan. Beberapa hari sebelum keberangkatan aku dan novi keep contact agar tidak ada yang goyah dan saling menyemangati.
17 Januari 2013
Menjelang subuh terdengar suara gemericik air, dari semalam hujan turun cukup deras dan beberapa kali berhenti. Hujan yang terus menerus membuatku berpikir, jalanan bakal macet karena ada titik lokasi yang pasti banjir. Jarang ada kendaraan yang mau melewatinya, sekalipun ada berjalan perlahan agar air tidak masuk ke dalam mesin kendaraan. Bingung memecahkan masalah ini, aku coba konsultasi ke novi dan mama mungkin dapat terpecahkan. Novi menyarankan untuk aku melewati jalan memutar yaitu dari Blok M ke Tangerang dan bertemu di depan gang rumahnya sedangkan mama menyarankan untuk aku nebeng dengan tetangga yang kerja di daerah Tangerang. Sudah jelas untuk menghemat waktu dan biaya, aku memilih saran dari mama. Segera ku hubungi tetangga tersebut dan dia tidak keberatan. Asik asik yeay (^o^)/
Benar saja dengan apa yang ku pikirkan, sebelum sampai di lokasi yang terkena banjir, kendaraan sudah banyak yang mengantri untuk lewat dan banyak juga yang memutar arah untuk lewat jalur yang lain. Untung aku nebeng dengan tetangga yang membawa kendaraan bermotor roda dua, di terobos saja lah jalur tersebut walau kaki ku tetap sedikit terkena air dari banjir. Sesampainya di daerah rumah novi, tak lupa aku mengucapkan terima kasih pada tetangga dan segera menghubungi novi agar lekas menemuiku setelah itu berangkat melakukan perjalanan. Cukup lama aku menunggunya dengan pakaian agak basah terkena air hujan yang tertiup angin, novi pun datang ke arahku dan kita langsung menyeberang untuk naik angkutan umum. Naik angkutan umum untuk sampai ke halte biasa penumpang naik turun menuju Bekasi, Bandung, Cikarang dan sebagainya. Hampir 1 (satu) jam kita menunggu bus yang menuju Bandung (terminal Leuwi Panjang) pun tiba juga, kita segera menaiki bus Primajasa dan duduk di bagian sebelah kanan deretan sopir. Dengan membayar Rp. 50.000/orang kita bisa sampai ke Bandung tepatnya terminal Leuwi Panjang yang menghabiskan perjalanan ± 2jam. Sesampainya di terminal ternyata cuacanya cukup cerah & kita mencari bus damri jurusan Leuwi Panjang - Dago agar bisa ke stasiun kereta api bandung membayar Rp. 2.000/orang, bus damri yang kita tumpangi ini hampir sama dengan bus mayasari yang ada di jakarta. Pasti bertanya-tanya, sesampainya di Bandung kok malah mencari stasiun kereta api bukannya mencari penginapan? ahaa kita ke stasiun kereta api bandung untuk memesan tiket kereta api tujuan Yogyakarta (seperti yang udah di tulis sebelumnya, dari kota Bandung next trip kita kota Yogyakarta), setelah menimbang, menetapkan dan memutuskan (lho ini kayak di pengadilan aja, hehe) kita ke Yogyakarta naik kereta api Lodaya Pagi kelas bisnis. Namanya saja kereta api lodaya pagi, sudah jelas berangkat pagi-pagi & berhubung kita ke Yogyakarta saat weekend jadi harga tiket naik jadi Rp.155.000/orang. Setelah memesan tiket kereta api kita jalan kaki menyeberang ke jl. belakang pasar, menembus dan menyeberang lagi ke jl. kebon jati dimana letak penginapan kita, yang sebelumnya sudah kita searching terlebih dahulu via internet. Nama penginapannya BY MORITZ HOMESTAY
kita memesan 1 (satu) kamar berisi 2 (dua) buah single bed, kipas angin, dan kamar mandi dalam Rp. 140.000/malam. Hari ini kita pengen bersantai karena memang tidak ada jadwal ke tempat wisata, kita berbaring sekedar meluruskan kaki selama beberapa jam. Sore pun tiba, bingung karena hari ini belum ada jadwal jadi kita pergi jalan - jalan ke mallnya anak gaul Bandung yaitu Paris Van Java heheh.. yah biar di sangka anak bandung atuh. Menuju Paris Van Java mall kita menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan kr. sentra - cibaduyut dan tepat turun di depan mall. Sebenarnya agak bingung ke mall ini tepatnya mau ngapain, yaudah kita iseng aja nonton film les mesirable jadi ini film kayak drama musikal, berdialog tapi nadanya seakan menyanyi. Jadwal film adanya malam sekitar jam 19.00 wib, kita menghabiskan waktu berkeliling mall ini selagi menunggu pemutaran filmnya, tak lupa kita membeli cemilan untuk menonton film. Hari sudah semakin malam saat kita keluar dari bioskop, bergegas kita mencari angkutan umum untuk kembali ke penginapan dan sesampainya di penginapan kita bersih-bersih diri terlebih dahulu & tidur. Can't wait for tomorrow.. (n_n)