Yuhuu.. pagi yang cerah di kota Kembang Bandung Jawa Barat, seakan mengantarkan kita untuk pergi ke kota selanjutnya dengan riang gembira. Bangun pagi, kita langsung bersiap menuju stasiun kereta api bandung. FYI kita gak bersih-bersih badan, why? Untuk buang air kecil aja rasanya enggan, apalagi untuk bermandi ria. Bukannya kita "sok" karena kamar mandinya sempit, kalo aja kamar mandinya agak lebih bersih pasti kita mau menggunakannya. Yoweslah gapapa bau, yg penting happy =))
Jalan kaki dari hotel ke stasiun ± 15menit, sampai di stasiun kita beli makanan untuk mengganjal perut selama perjalanan. Secara ± 8jam perjalanan dari stasiun Bandung ke stasiun Yogyakarta pasti perut keroncongan. hehe
Kebetulan kita datangnya sedikit kecepatan beberapa menit, selagi menunggu kereta apinya datang kita sedikit jeprat jepret buat kenangan. hihih
Seperti itulah gambaran Stasiun Bandung, terlihat sepi karena kita perginya bukan waktu liburan. That's me, very ugly :p
Akhirnya kereta yang akan kita tumpangi datang, kita naik kereta api bisnis lodaya pagi. Berhubung kemarin kita wisata didaerah yang ga jauh dari kota, makanya menginap di dekat stasiun kereta api dan pesan tiket disitu pula. Lagipula kita ga tau angkutan umum ke stasiun kiara condong, jadi ga naik kereta api ekonomi deh. Well, pas pulang ke jakarta sajalah. Tak ada hal yang menarik selama perjalanan sungguh biasa, tidur sajalah untuk meredam kelaparan. :D
Eh ada ternyata hal yang beda, kalo diperhatikan baik-baik salah satu fasilitas kereta api yaitu kipas angin besar yang menggantung di atas lorong bergerak ke kanan kiri. Lagi asyik tidur, kepanasan dan terbangun jadilah melihat salah satu fasilitas itu. Trus apa bedanya sama kereta api ekonomi? Kirain kelas bisnis pakai AC, ternyata beda dengan harapan. Harap dimaklum kalo saya norak, karena udah luamaa banget ga naik kereta api jadi ga tau apa saja fasilitas kereta api.
Jam 16.00WIB sampailah kita di kota pelajar, selamat sore DIY Yogyakarta. Keluar dari stasiun kita celingak celinguk, bingung mau naik apa ke hotel. Banyak juga yang menawarkan jasa transportasinya seperti becak, ojek, delman tapi kita cuekin dan jalas terus keluar stasiun. Lho kok malah dihiraukan, padahal tadi bingung mau naik kendaraan apa? Takutnya pas kita iya atau langsung naik kendaraannya pas sampe hotel buat bayar, harganya nembak alias tarifnya tinggi, sesuka hati abangnya deh. Sebenarnya bisa aja sih negosiasi tarif, cuma malas lah kalo pas rame gitu entah karna gue parnoan juga kali. heheh
Di luar stasiun juga banyak kendaraan kok, tapi jangan berharap ada angkutan umum atau bus yang lalu lalang seperti di jakarta atau bandung. Sekalinya ada bus, ya bus transyogya aja itu pun ada rutenya (berhenti di halte tertentu) jadi ga ada tuh dia lewat terus kita berhentiin di pinggir jalan yang bukan di haltenya. Lagipula yang kayak gitu bikin ga tertib sob.. Setelah bernegosiasi dengan abang tukang becak, oh iya kita akhirnya pilih becak yaitu kendaraan roda tiga yang menggunakan tenaga manusia. Selain ramah lingkungan jadi lebih hemat, tukang becaknya menawarkan kita sejumlah hotel yang dekat dengan tempat wisata dan harganya relatif murah. Tau aja kalo kita butuh tempat penginapan yang murah, apa keliatan dari tampang kita? ah sudahlah!
![]() |
| Hotel Wahid |
Meluncurlah kita ke tempat penginapan yang ditunjukkan oleh abang tukang becak, lumayan dekat keraton bagian alun-alun selatan kalo ndak salah. Dari stasiun kereta api sampai di hotel jaraknya ga jauh banget lah ya, jadi tarifnya cukup murah Rp. 20.000. Kita memesan 1kamar hotel dengan fasilitas 1 double bed + 1 singlebed, tv, kipas angin dan kamar mandi dalam dengan biaya Rp. 132.000/mlm (itu belum termasuk pajak). Lumayan banget lah ya, daripada kota yang sebelumnya. Istirahat sebentar sampai ba'da magrib, nonton tv, tiduran terus mandi. Krucuk krucuk krucuk.. tak terasa, cacing-cacing di perut sudah mulai bergerilya. hahay
Marilah kita pergi mencari makan ke arah keraton, wah ada warung makan yang rame tuh langsunglah di sergap eh maksudnya mendatangi tempat tsb. :p Kita makan ditempat ala lesehan dengan pesanannya 2nasi, ayam bakar, lele goreng + 2 teh manis hangat. Maknyuss tenan (`u`)b serasa mau nambah tapi udah ga muat nampung. Harganya pun relatif murah, totalnya Rp. 18.000, wah bisa lama di yogya kalo begini caranya. heheh
Tak usah berlama-lama di tempat makan, kita beranjak menuju alun-alun keraton. Disana kebetulan sedang ada sekaten (pasar malam yang diadakan menjelang Hari Raya Maulid Nabi Muhammad Saw.) rame banyak permainan, di jakarta yang seperti ini udah jarang banget ada. Banyak juga pedagang yang menjajaki makanan, baju, alas kaki, aksesoris dan lain sebagainya. Harganya? Ga usah khawatir, harganya murah sob pas dikantong pelajar pokoknya. :D
Iseng kita berdua naik komidi-komidian Rp. 5.000/orang, bianglala mini Rp. 5.000/orang ala pasar malam. Mau naik kora-kora tapi takut ahh, keamanannya ga jelas. Maap loh ya
Muter-muter lihat barang-barang yang dijual, sekedar menyenangkan mata aja dengan melihat-lihat tanpa membeli. heheh Sampailah kita dekat keraton, terdengar suara gamelan dan nyanyian dari para sinden. Penasaran, kitapun masuk ke keraton dengan membeli tiket. Karena sedang diselenggarakannya sekaten, jadi keraton di buka untuk umum. Di dalam keraton terdapat benda-benda/ barang-barang bersejarah pada masa silam yang diperlihatkan untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Contohnya ada delman, mobil sultan, keris, wayang, terdapat saat masuk lagi kedalam ada juga pembuatan keris, beragam model wayang dan masih banyak lagi. Sayang untuk dilewatkan karena keraton dibuka hanya pada saat acara tertentu. Sekali lagi jeprat jepret sebelum kembali ke hotel :)
Saking asyiknya melihat isi keraton, tanpa sadar hari pun semakin malam. Kita beranjak pergi ke hotel, untuk mempersiapkan tenaga ke tempat wisata lainnya yang ada di yogyakarta esok hari. Dari keraton menuju hotel sebenarnya ada kendaraan yang bisa ditumpangi kalo ga mau kelelahan, ada becak atau delman tapi kita memilih berjalan kaki. Udara disini cukup sejuk, jadi lebih berjalan kaki sambil menikmati malam di yogyakarta. Sampa di hotel kita langsung ganti baju dan tidur, selamat malam.
