Kegiatan kali ini merupakan perjalanan ke daerah sukabumi, tepatnya untuk pengarungan sungai Cicatih di Kecamatan WarungKiara, Kabupaten Sukabumi. Dengan menggunakan mobil Kijang pick up, kami berangkat dari Jakarta menuju Sukabumi membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam. Karena aku dan beberapa teman berangkat dari Jakarta pada malam hari, maka sesampainya di Sukabumi pada saat tengah malam. Kami memutuskan untuk istirahat untuk mempersiapkan diri esok hari melakukan pengarungan, kami menumpang istirahat di rumah abah yaitu pemilik warung makan sekitar tempat meeting point (tempat start arung jeram).
Keesokan harinya kami bersiap-siap untuk melakukan pengarungan, sebelumnya kami mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan. Sebagai tim kami saling membantu, ada yang memompa perahu, menyiapkan helm, dayung, pelampung dan lainnya. FYI, kami memutuskan untuk memulai start pengarungan di jembatan dekat PLTU Ubrug, yang sebenarnya start pointnya itu harus ditempuh lagi 10 menit dengan menggunakan angkutan umum. Setelah semua telah siap, kami tak lupa untuk berdoa dan barulah kami menaiki perahu. Kami menggunakan dua perahu dengan 1 perahu berisi 6 orang, karenakan jumlah personelnya banyak maka dibagi dua.
![]() |
| DAM, PLTU Ubrug |
Sungai Cicatih memiliki grade 3-4 yang cukup menegangkan, kebetulan saat itu debit air normal. Pada saat hujan turun, debit air dapat langsung berubah menjadi deras dan itu cukup membahayakan bagi pemula yang kurang memahami karakteristik sungai, bila tetap mengarungi sungai. Perjalanan di sungai terasa singkat di banding dengan perjalanan melalui darat karena di bantu oleh dorongan air (arus sungai). Sempat beberapa kali perahu yang aku gunakan tersangkut di batu, akibat batu yang cukup besar dan arus sungai tidak begitu deras. Kami berusaha sekuat mungkin agar dapat lepas dan akhirnya terlepas juga.
Pengarungan di sungai begitu menyenangkan dan menengangkan, tetapi juga mengembirakan dan ingin melakukan pengarungan lagi di lain kesempatan.Sungai cicatih ini memiliki beberapa jeram dan mempunyai nama yang unik dari sejarah pengarung.Di tengah perjalanan mengarungi sungai kami, istirahat sejenak dan menepi ke pinggir sungai untuk makan siang. Selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan dan tibalah di finish, selanjutnya kami berbenah peralatan dan perlengkapan untuk di masuki ke dalam mobil Kijang pick up. Seharian mengarungi sungai membuat kami lelah, hingga memaksa kami untuk makan dan istirahat sebelum kembali ke Jakarta.
Cukup lama kami beristirahat dan berbincang dengan abah, kami berpamitan untuk kembali ke Jakarta dan berterima kasih telah direpotkan. hehe :))
Maybe next time, next river . (^_^)b


Tidak ada komentar:
Posting Komentar