Selasa, 15 November 2011

Sebuah Desa Terpencil di Kp. Cioray-Desa Leuwi Karet, Citeureup, Bogor


  Pengalaman mengajariku banyak hal, sebuah desa terpencil yang indah pemandangan...
   Berawal dari aku mengikuti kegiatan sosial bersama teman sungguh menyenangkan dan mengembirakan, tepatnya tanggal 18-20 Agustus 2011 dan berbarengan saat bulan Ramadhan (bulan Puasa). Bakti sosial yang berletak di Kp. Cioray - Desa Leuwi Karet, Citeureup, Bogor memiliki pemandangan yang begitu indah. Selama perjalanan menuju Kp. Cioray, jalan yang ku lalui berbukit - bukit, dengan jalan yang masih bertanah dan berbatu.
     
     Sungguh mencekam rasanya, hanya kendaraan tertentu dan pengendara tertentu yang dapat melewati jalan tersebut. Kendaraan yang kami gunakan yaitu mobil kijang pick up dan motor. Jalan yang melikuk dan tanjakan yang begitu banyak membuat perjalanan ini menjadi terasa lama, namun hal itu tak membuat ku tertekan karena sepanjang jalan aku melihat pemandangan yang masih alami dan belum terjamah oleh orang - orang yang memanfaatkan alam sesuka hati.
     Sesampainya di Kp. Cioray aku dan teman - temanku disambut oleh beberapa warga yang tinggal di sana dan anak - anak sekolah dasar. Mereka terlihat senang karena kehadiran kami. Kedatangan kami bertujuan membuat perpustakaan kecil di Balai Warga daerah tersebut. Dengan buku-buku yang kami kumpulkan dari Menteri Pendidikan Nasional, teman-teman dan pihak yang membantu. Selanjutnya kami saling membagi tugas, pria membuat atau menyusun lemari buku dan wanita menyiapkan santapan untuk buka puasa dan sahur. Karena kami berencana untuk buka puasa bersama dengan warga Kp. Cioray. Keesokannya kami mengadakan penyuluhan dan games, penyuluhan mengenai rajin membaca. Dengan membaca dapat menambah wawasan dan dibawa sampai akhir jaman.  Rasa lelah tak terasa, begitu melihat senyum dan tawa anak-anak sekolah di Kp. Cioray. Benar pepatah mengatakan "orang Indonesia ramah tamah", itu yang aku alami walau di desa terpencil.
Sungguh pengalaman dan pemandangan yang indah..

1 komentar: